Untuk mereka yang
bertanya-tanya dalam hidup apa yang dicari. Dengar panggilan ini, Kejar mimpi
tanpa pilih besar atau kecil. Janga berfikir 2 kali, ragu-ragu tak
pernah member kepastian. Melangkahlah kemana hati ingin melangkah. Go a head.
Paragraf diatas terdengar begitu menggugah, pesan yang
disampaikan dalam dan menyemangati. Tidak kita sadari hingga pada akhir paragraf disebutlah “Go a head“.
Maka sebagian kita khusunya kaum laki-laki dan para penonton tv akan mulai
sadar dimana kata-kata bijak ini diucap.
Demikianlah iklan
rokok. Masih lebih banyak lagi yang jauh lebih dahsyat dari itu. Iklan rokok terbilang
aneh, sejak awal 90an memang iklan rokok mulai tidak menampilkan rokok. Tapi justru
yang ditampilakan adalah pria memasak, membuat kapal, melakukan aksi ekstrim,
menggoda wanita, hingga dagelan unik. Pesan tentang rokok hanya muncul pada 5
detik terakhir saja. Namun lagi-lagi batangan rokok itu tidak muncul meski
mereknya disebutkan.
Kampanye unik ini terbilang kreatif dan efektif untuk
melindungi kejahatan-kejahatan besar rokok di media promosi. Pola seperti ini
terbilang lazim dan sah-sah saja dinegara kita yang tidak memperdulikan
sugesti-sugesti negativ sebagai ancaman. Dan pola seperti ini justru banyak
ditiru oleh brand-brand lainnya. Bahkan oleh mereka yang belakangan ini kembali
memancing keributan. Para kaum Komunis.
Hal ini terbukti dari suksesnya komunis menyebar secara
masif diberbagai kalangan. Bukti-bukti lapangan ditemukan. Propaganda dan
provokasi mereka kian nyata dan mengundang reaksi. Bagaimana mereka menerapkan
pola promosi layaknya iklan rokok?.
kampanye PKI yang mengadopsi gaya iklan rokok, mereka
menyampaikan pesan mereka secara filosofis dan tinggi hingga mampu mengambil
simpatik masyarakat kita yang walaupun tidak paham namun mudah terjebak oleh cuci
otak.
Berhati-hatilah. Jika ingin bukti salah satu yang
menjadi kampanye mereka tanpa kita sadari adalah slogan R***L*** M****L. Slogan
ini menempel di berbagai spanduk dan menyelip pada kampanye berbagai instansi. Entah
apa maksudnya namun slogan ini ditemukan ketiak aidit berdiri diatas podium
dulunya. silahkan tebak sendiri huruf-huruf yang diganti dengan lambang bintang.
produk dan slogan ini sudah ada sejak dulu dan mereka lah yang bawa. kemasan
mulia namun yang dikerjakan sesat, mereka coba benturkan dan ciptakan
konflik-konflik berbau sara. itulah gaya mereka sejak dulu. jangan kaget.
karena PKI menggunakan modus yang sama kampungannya dengan iklan rokok.
Dimasa dulu banyaknya korban yang berjatuhan akibat
ulah PKI. Mereka para komunis bagi-bagi beras dan secara sepihak orang-orang
yang dibantu mereka klaim sebagai PKI. ketika tentara razia memang ditemukan
jejak-jejak PKI. tentara saat itu tidak banyak pilihan. PKI harus benar-benar dibersihkan karena
negara terancam luar biasa. sayangnya yang habis justru kambing hitam,
Tokoh-tokoh intelektual PKI justru mendapat perlindungan dan diungsikan ke luar
negeri. sekarang mereka maju kembali dengan segala cara. menciptakan caos
dimana-mana, menciptakan konflik-konflik sara dimana mereka jadi dalangnya.
sementara yang menjadi wayang adalah pelakon agama dan pecinta negara yang
sebenarnya satu. mereka juga teriakan kemerdekaan beberapa provinsi, tapi
anehnya dari negeri yang jauh disana, negeri yang bersedia menjadi induk semang
para pemberontak indonesia. negara induk semang yang sedang bersiap memancing
di air keruh.
Propaganda mereka kian
nyata, bocah ingusan tidak tau apa-apa disuruhnya pakai bau PKI dan dibiarkan
tertangkap, terekspos media dan disanalah proklamir kebangkitan PKI
menyampaikan pesannya "Kami segera kembali". apa bedanya bocah yang
memakai baju PKI dengan para petani dan kaum kelaparan yang dulu diberi
segenggam beras lalu harus terbunuh karena ditemukan jejak PKI pada dirinnya?.
sama-sama tidak mengerti apa-apa dan jadi korban begitu saja. mereka memang
sengaja dijadikan tumbal, agar nantinya koar-koar hak asasi manusia menjadikan
ribuan nyawa yang melayang sia-sia ini sebagai
Lalu apakah hanya
orang-orang bodoh dan tidak mengerti apa-apa yang dijadikan tumbal?. tidak,
kambing-kambing hitam itu hanyalah bidak terdepan dipapan catur. dibarisan
belakang mereka sudah mempersiapkan jejeran Benteng, gajah, Kuda, menteri dan
tentunya siap melindungi sang raja. peran-peran seperti itu sudah menyusup
bebas kedalam permainan yang canggih. agen-agen meraka sudah menyelip sejak di
kursi-kursi parlemen, Militer, Akademis, hingga tokoh agama. orang-orang ini
disiapkan untuk berdiri tegak adu argumen. orang-orang yang didik untuk balas
dendam dengan cara yang terstruktur rapih.orang-orang yang terjebak dalam iklan
PKI yang dikemas seperti iklan rokok. Mereka sudah terlanjur percaya yang
mereka perjuangkan adalah benar.
Layaknya kita bicara
konspirasi yahudi atau illuminati, pro kontra akan muncul, kita bicara PKI dan
diatas tempat yang sama orang-orang yang mengaku cerdas berteriak hoax. Ada sebagian
orang tidak akan percaya pada kejadian PKI akibat terpengaruh artikel singkat. Bahayanya,
ada pula yang percaya kaum komunis menjadi korban politik, mereka percaya
komunis layak untuk eksis kembali dan hadir sebagai korban yang harus dihormati
karena rezim pengekang mereka sudah habis.
Kenapa sejumlah tokoh
besar dan ada kaitannya dengan masa lalu berdiri menancapkan kaki mereka
ditanah untuk membangun barikade menghalang PKI masuk kembali. Layaknya orang-orang
cerdas. Kita harus lebih teliti lagi. Pelakari kembali sejarah dari sumber
terpercaya. Salah satunya dari buku A** S**a*a*. sengaja nama buku ini juga
disamarkan untuk beberapa alasan.

0 komentar :
Posting Komentar