Bila cinta t'lah mendera
aku melihat Matahari Dan Rembulan
menyatu berbisik mengisahkan cerita cinta kita
Hingga kutak mampu menjamah
kutak kuasa mengartikan
apalah rasa apakah cinta
yang selalu bersemayam dalam ego gengsiku
rasa satu jiwa meragu
aku kamu dirundung persimpangan pilu
Sebab dinding gengsi terlalu menjulangi langit--kekataku
aku malu
pada cinta yang sedari tadi menertawaiku
terbisu pada angan angan rengkul mendekap erat tubuh di dadaku-mu
Imaji pun terlena
semakna makna terlena
hinggu kulupa abjadabjad pengeja
cinta
sungguh rasa itu ada
; nyata
Entahlah!
terkadang kurasa sama
seperti bintang yang mengatupkan sayapnya
Itulah diriku
terpilukan malu untuk satu kata
satu nama dan menyatukan nafas
Aku
kamu
dan cinta
Bisikan cinta
menutup telingaku
rayuan kasih menghamburkan pandanganku
Akh!
cintaku pada rasa
ingin ku mengenggammu
terangkul bayang dalam dekapku
ingin kuuntukmu
selalu memberi kata dan makna
rasa kasih yang kurasa terjeratkan fana.
Akh!
cintaku pada qalbu
kubaringkan asa memagutmu
menggenggam erat hati
; hati yang sempat sempit tekalang pilu
kini tergerai pada sang malam yang menyelimuti rindu
riduku padamu
yaa
padamu
Maka hempaskanlah sayap-sayap keluku
semayamkan aku di sesudut-sudut hati
Hinggaku buta, tiada tahu jalan keluar dari hatimu
hinggaku tuli, tiada mampu mendengar suara selain desahanmu
Sebab tiada surga yang lebih indah kurasa
selain hati yang terbingkai sucinya permadani cinta
by: zhie is Sam
04 januari 2014
piii.. ini narasi apa puisi? macam mana ini?
BalasHapus