Mak
o, Mak
....Emak
dengarlah rintihan puisi jalangku!
Mak
syairku acapkali mencumbui hati kekasihku
menciumi elok rasa memuja hanya padanya
menimang nimang kegalauanku pada sajaksajak rindu
sementara mataku, buta akan kesedihan yang mengalir dari parit-parit parasmu
Astaghfirullah
Mak
gunungnya dosaku
o, mak
adakah matahari rayu terbit dari timur hati?
atau embun tutur lahir di senja usia?
biarlah kubiarkan tanganku merangkul dan memeluk renta nafasmu
ah, aku beruntung punya emak sepertimu
tapi, kau buntung punya anak sepertiku
subhanallah
.....Emak
berkencanlah denganku
si penyair salon, sehari saja
bukan mak
bukan aku latah, lantas ikutikutan merayumu
tapi benar mak
rinduku tertumpu pada lekukan bibirmu
dan hasratku membubung mencumbui hari hari mu
masya Allah
mak
durhakanya syairku
puing puing kenangan, hanya itu yang kubingkai dengan tulangtulang masalalu
mak
simpuh, tersujud aku
mengharap belaian lembut di sekujur jidatku
serupa aku kau buai dengan kisah si midun atau si upik amba
Yaa Allah
mak
kenangan itu mendegup kejangkan detak jantungku
jika syukur lebih laut dari terimakasih dan tidak hanya untukNya
maka izinkan aku bersyukur padamu
sebab tiada syair yang mampu menumpangkan rasaku ke dermaga pelukmu
maafkan aku
mak
aku rindu
by
sam
padang
22.12.2014

0 komentar :
Posting Komentar